Pantai Madasari – Eksistensi Pangandaran sebagai kiblat wisata alam di Jawa Barat terlihat kian menonjol. Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, Pantai Karapyak, menunjukkan bahwa Pangandaran sangat identik dengan wisata alam. Tak kalah memukau dari pantai-pantai sebelumnya, saat ini Pantai Madasari mulai ‘unjuk gigi’ sebagai destinasi wisata yang layak diperhitungkan di Indonesia khususnya Jawa Barat.
Sejauh ini Pantai Madasari Pangandaran memang belum terlalu akrab di telinga. Kondisinya yang bisa dibilang ‘masih perawan’ memang terlihat masih alami, belum banyak terjamah polusi apalagi kontaminasi emisi gas kendaraan. Kondisi inilah yang mendorong sebagian wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan di tempat ini, terutama mereka yang lebih suka suasana pantai yang masih lengang.
Pantai Alami Dihiasi Pulau-pulau Kecil
Bisa dibilang lokasi Pantai Madasari sangat strategis karena berdekatan dengan tempat wisata lain yang tak kalah populer yaitu Green Canyon Pangandaran. Pantai Madasari menyajikan panorama yang sangat indah. Suara alam disekitarnya seolah menunjukkan pantai ini benar-benar masih alami, belum banyak terjamah tangan-tangan manusia. Hamparan pasir terbentang luas dan gemuruh debur ombak akan menyambut begitu kita menginjakkan kaki di pantai Madasari.
Pulau-pulau di bibir pantai menjadi ciri khas Pantai Madasari. Setidaknya ada 6 pulau yang tersebar di pantai ini yaitu: Pulau Batu Gedogan, Pandan Nyampai, Batu Sebrotan, Cariuk, Latu Leuit (Karang Seugeuh), Legok, dan Gandu. Untuk kita yang gemar berpetualang dapat leluasa menjelajah alam sekitar pantai yang konon banyak terdapat hewan-hewan liar, seperti ayam hutan yang kini keberadaannya hampir punah.
Lokasi Wisata yang Tepat untuk Melepas Lelah
Kondisi Pantai Madasari yang cukup lengang sangat tepat untuk sejenak melepas lelah. Sejauh mata memandang terlihat hamparan pemandangan laut nan elok, tentunya membuat kita lebih rileks setelah berkutat dengan segudang aktivitas. Deburan ombak yang memecah karang sanggup menenangkan jiwa sekaligus membuat pandangan mata kembali fresh. Suara burung-burung yang kembali ke pulau karang menjelang malam menambah suasana kian syahdu menentramkan.
Jika ingin berkunjung ke Pantai Madasari Pangandaran ini sebaiknya datang berombongan, bersama teman atau keluarga. dengan begitu suasana liburan bertambah seru. Hanya saja kita harus ekstra waspada jika air laut sedang surut sebab masih banyak bulu-bulu babi yang kemungkinan terbawa gulungan ombak.
Selain lebih pas untuk melepas lelah, Pantai Madasari juga cocok untuk camping atau berkemah. Ini terlihat dari banyaknya spot hamparan rumput yang sangat mendukung untuk camping ground di sekitar pantai. Beberapa waktu lalu Grup band Slank juga mengadakan event Jambore Slanker Jawa Barat yang ke -10, yang diikuti oleh Paguyuban Slanker Jawa Barat (PSJB) di Pantai Mandasari ini.
Pada acara Jambore tersebut para fans Slank mengadakan acara bakti sosial yaitu bekerja bakti membersihkan pantai, juga menyumbang bantuan berupa 19 toilet di Pantai Mandasari. Bahkan tanda atau prasasti dari event tersebut ditandatangani sendiri oleh semua personel Slank.
Jika kita tertarik berkunjung ke Pantai Madasari bisa menghubungi penduduk sekitar pantai. Mereka dengan senang hati akan menunjukan tempat-tempat strategis, baik tempat yang cocok untuk camping ground atau spot terdekat dengan fasilitas toilet atau kamar mandi. Kita juga bisa menghubungi jasa paket wisata di sekitar pantai jika tidak membawa peralatan camping dari rumah.
Perlu eksplorasi Lebih Maksimal
Pantai Madasari Cimerak Jawa Barat memang agak jauh dari pusat Kota Pangandaran. Mungkin ini salah satu sebab mengapa pantai ini belum banyak dikunjungi wisatawan. Pantai yang juga disebut Bulben (Bulak Benda) ini sampai sekarang pengelolaannya masih ditangani masyarakat setempat.
Dilihat dari kondisi pantai dan fasilitas yang ada, sepertinya Pantai Madasari masih bisa dieksplorasi menjadi jauh lebih menarik. Dengan penambahan fasilitas, misalnya Gazebo di beberapa titik, mungkin akan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Penambahan Gazebo ini memang dibutuhkan mengingat saat siang hari kondisi di pantai ini sangat panas sehingga pengunjung butuh tempat untuk berteduh.
Meski trend-nya cukup meningkat namun pengunjung Pantai Madasari hanya ramai pada hari libur atau akhir pekan. Itupun jumlahnya tidak begitu banyak, tak lebih dari 100 orang. Ada beberapa pengunjung yang datang dari luar daerah namun sebagian besar adalah masyarakat asli Pangandaran.
Disini biasanya pengunjung melakukan aktivitas pantai pada umumnya seperti bermain pasir, memancing, foto-foto, atau hanya jalan-jalan mencari udara segar di sore hari. Ada juga yang suka bakar-bakar ikan sambil menghabiskan malam di bibir pantai.
Rute Menuju Lokasi Pantai Madasari
Lokasi Pantai Madasari berada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Pantai ini tepat bersebelahan dengan Pantai Batu Karas, tepatnya disebelah Selatan.
Jika diakses dengan naik kendaraan maka jarak antara Pantai Batu Karas menuju Pantai Madasari atau sebaliknya hanya butuh waktu tempuh 30 menit. Bagi yang ingin berjalan kaki ada juga jalan setapak yang menghubungkan kedua pantai. Jaraknya hanya 13 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam.
Jika berangkat dari pusat Kota Pangandaran, Pantai Madasari bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dengan kendaraan pribadi. Start dari Pangandaran menuju arah Ciamis lewat tempat wisata Batu Hiu dan Green Canyon. Sampai di Cimerak lurus ke arah Legokjawa, ambil arah ke kiri jurusan Bulak Benda (Pantai Madasari).
Dari Cimerak bisa juga langsung belok kiri jurusan Desa Masawah lalu ambil arah ke Bulakbenda. Namun disarankan lewat Legok Jawa karena sepanjang perjalanan kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah di jalur tersebut.
Tiket Masuk Pantai Madasari
Harga tiket masuk Pantai Madasari dibedakan berdasarkan beberapa kategori berikut ini:
| Pejalan Kaki | Rp 2.500 |
| Kendaraan Roda Dua | Rp 7.500 |
| Kendaraan Roda Empat (mobil jip, sedan, dll) | Rp 19.000 |
| Minibus | Rp 36.000 |
| Bus Sedang | Rp 68.000 |
| Bus Besar | Rp 83.500 |
Note: Harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah
