Return-path: <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>
Envelope-to: fb@vin-fm.com
Delivery-date: Wed, 23 Jan 2013 11:46:36 +0700
Received: from outmail017.snc4.facebook.com ([66.220.144.151]:51640 helo=mx-out.facebook.com)
	by server01-iix.secureserver.web.id with esmtp (Exim 4.80)
	(envelope-from <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>)
	id 1TxsEN-0008VW-N6
	for fb@vin-fm.com; Wed, 23 Jan 2013 11:46:36 +0700
DKIM-Signature: v=1; a=rsa-sha256; d=facebookmail.com; s=s1024-2011-q2; c=relaxed/simple;
	q=dns/txt; i=@facebookmail.com; t=1358916238;
	h=From:Subject:Date:To:MIME-Version:Content-Type;
	bh=rU9ymmKLtBIfOtwa2qin2efdo0+uo73PKpbaOH4NTpI=;
	b=o3nDnJVpsZqrDJTQyc89fnPvoAZgHbVBG6Io4KnNTT9bj4C2/CZwgOr/crP1z214
	k+QB8anpXcRdJJQkxGz9JFWzlOvTvzAo7pla6HHjUxB8bDGqkVenB2XRy76GkRrs
	3lVaBJahX1/NlGwLs1A7jSk2MS3xtfDNC439CPiyEQU=;
Received: from [10.66.131.33] ([10.66.131.33:46959])
	by smout039.snc6.facebook.com (envelope-from <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>)
	(ecelerity 2.2.2.45 r(34222M)) with ECSTREAM
	id 90/29-14909-E8A6FF05; Tue, 22 Jan 2013 20:43:58 -0800
X-Facebook: from zuckmail ([MTI3LjAuMC4x]) 
	by async.facebook.com with HTTP (ZuckMail);
Date: Tue, 22 Jan 2013 20:43:58 -0800
To: "FORUM DISKUSI RADIO (FDR) INDONESIA" <165732450113598@groups.facebook.com>
From: "Mun Rif" <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>
Reply-to: Balas Komentar <g+41nu2jw0000zg4o9wx6m0053o32u4b8o000zg3ddjhis29d46@groups.facebook.com>
Subject: [FORUM DISKUSI RADIO (FDR) INDONESIA] MENGAMATI REALITA RADIO
Message-ID: <3051770c9855fca77a9f4de06edb9790@async.facebook.com>
X-Priority: 3
X-Mailer: ZuckMail [version 1.00]
Errors-To: notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com
X-Facebook-Notify: group_activity; mailid=76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96
List-Id: <165732450113598.groups.facebook.com>
In-Reply-To: <518150554871784-165732450113598@groups.facebook.com>
References: <518150554871784-165732450113598@groups.facebook.com>
X-FACEBOOK-PRIORITY: 0
X-Auto-Response-Suppress: All
MIME-Version: 1.0
Content-Type: multipart/alternative;
	boundary="b1_3051770c9855fca77a9f4de06edb9790"


--b1_3051770c9855fca77a9f4de06edb9790
Content-Type: text/plain; charset="UTF-8"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

Mun Rif mengirimkan sesuatu di FORUM DISKUSI RADIO (FDR) INDONESIA

MENGAMATI REALITA RADIO
Pengamat media mengatakan paling tidak di sekitar tahun =E2=80=9990-an, =
yang berada di fikiran orang radio itu seharusnya mempersiapkan diri =
secara optimal di saat televisi swasta di ijinkan bersiaran secara =
=E2=80=9C nasional =E2=80=9C, karena para pengiklan dan advertising =
agencys cepat atau lambat akan lebuh banyak mengalihkan program iklan =
nasionalnya ke siaran televisi. Semakin bertambah parah, manakala para =
pemilik radio sudah =E2=80=98merasa=E2=80=99 kalah lebih dulu. Dan =
kenyataan itu semakin di perkuat lagi oleh beberapa kajian survey media, =
yang menyebutkan semakin =E2=80=98euforia=E2=80=99-nya sikap publik dan =
para pengiklan atas kehadiran media televisi ini. Dan sikap dan kondisi =
yang seperti itu wajar-wajar saja.=20

Perlu di ingatkan di sini, bahwa kondisi dan keadaan seperti itu telah =
berlangsung lebih dari satu dasawarsa, dampaknya menjadi semakin =
menyulitkan hidup radio, terutama bagi banyak radio yang tidak mampu =
bersaing karena lemahnya manajerial, finansial dan kreativitas. Di kondisi =
rentang tahun =E2=80=9990-an sampai dengan tahun 200-an itu telah terjadi =
juga kesalahan, yaitu bengitu banyak kalangan radio yang sama-sekali tidak =
memperhatikan bahwa ada survey pendengar media dan hasilnya menyebutkan, =
sebenarnya jumlah pendengar radio secara nasional itu sepanjang tahun =
2000-an meningkat sampai 97%-nya. Meski jumlah pemirsa televisi =
kenaikannya masih berada di kisaran 92% tentu belanja iklan untuk televisi =
tersebut masih tetap lebih besar.=20

Pernah ada yang menyebutkan dan merilis data secara terbatas, bahwa =
sekitar tahun 2005-an belanja iklan secara nasional Televisi 60%, Koran =
20%, majalah 15% dan Radio masih di 5% kemudian menjadi semakin mengecil =
sampai jumlahnya kurang dari 1% sekarang-sekarang ini di banding =
tahun-tahun sebelumnya itu. Sayangnya saat masih di 5%, radio pada umumnya =
tidak mampu memanfaatkannya secara proporsional. Mungkin karena masih =
trauma atas peristiwa awal tahun =E2=80=9890-an itu.
Pada pertengahan tahun 2008-an sebuah survey publik atas konsumsi media, =
sebenarnya memunculkan data bahwa radio dimata publik masih menempati =
posisi kedua setelah televisi, karena.=20
1. Publik masih mendengarkan radio berkisar di 37%, menonton televisi =
diatas 50% dan sisanya media cetak dan media luar ruang. Artinya, radio =
masih lebih diminati masyarakat di bandingkan dengan media cetak dan media =
luar ruang.

2. Pesan melalui radio masih bertahan di ingat kurang-lebih 7 hari. =
Sedangkan televisi 10 hari. Sedangkan media cetak dan media luar ruang =
antara 2 sampai 3 hari saja.

3. Loyalitas publik terhadap radio masih cukup tinggi yaitu 67%. Televisi =
20% Media cetak dan luar ruang 13% .

Anehnya hasil survey diatas, ternyata kurang di perhatikan dengan baik =
oleh kalangan radio, para pengiklan maupun para produsen terkenal.

EFISIEN
Potensi radio itu bisa di ketahui efektif dan efisien tidaknya untuk di =
gunakan sebagai media informasi dan promosi serta seberapa besar pendanaan =
yang di butuhkannya, seharusnya datang langsung dari masing-masing radio =
tersebut secara lengkap dan absah, masalahnya si radio tadi telah =
memilikinya tidak, atau sudah tahukah bahwa data itu harus terus dilakukan =
pembaharuan setiap tahunnya. Kalau kenyataannya =E2=80=9Cbengong=E2=80=9D, =
sampai pada satu titik tertentu bisa jadi radio itu tidak di anggap media =
informasi dan promosi yang murah dan efektif lagi. Radio seharusnya jangan =
lalai dan tidak tanggap terhadap perkembangan yang ada yang berlangsung =
cepat sekarang ini, karena kalau tidak gesit dan cepat melakukan =
perubahan, perbaikan dan pengembanga, bukan mustahil radio sama sekali =
akan di tinggalkan. Supaya tidak terjadi, maka radio harus terus-menerus =
melakukan evaluasi dan mempertahakan posisinya sebagai media yang paling =
efisien, yang diantaranya adalah selalu meningkatkan kualitas acara untuk =
meningkatkan jumlah pendengar dan merasionalisasikan harga air timenya =
sehingga nilai CPM-Cost Per Milesnya bisa jatuh =E2=80=9Crelative=E2=80=9D =
lebih murah dibandingkan dengan media lain. Radio juga sebaiknya harus =
selalu berhitung dan terus meningkatkan jumlah pendengarnya dengan cara =
meningkatkan =E2=80=98peran dan fungsi sosialnya=E2=80=99 di wilayah dan =
di jangkauan siarnya.

PILIHAN
Sekali lagi, persoalannya adalah mampukah radio melakukan survey untuk =
membangun potensinya secara bersinambung, dengan lebih dulu menyadari =
bahwa apapun jenis media itu akan memiliki peran dan keunggulan serta =
keunikannya masing-masing. Perlu juga di fahami, bahwa sampai sejauh ini =
para pengiklan dan perusahaan periklanan masih belum berubah tentang =
penggunaan Media Mix promosi itu di butuhkan. Bagi mereka yang masih =
berasumsi, bahwa promosi antara satu media dengan media lainnya bisa =
saling mengalahkan, harap mengkaji ulang. Dalam era global, dimana dunia =
tanpa batas geographik, justru media saling melengkapi atas keunggulan, =
keunikan dan kelemahannya masing-masing. Selamat berkiprah, salam Radio =
euy....!.

Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.


http://www.facebook.com/n/?groups%2F165732450113598%2Fpermalink%2F51815055=
4871784%2F&mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&bcode=3D1.1358916238.Abms=
Ag8hdCjCu3RA&n_m=3Dfb%40vin-fm.com

=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D
Balas email ini untuk menambahkan komentar. Ubah pengaturan pemberitahuan:
http://www.facebook.com/n/?settings&tab=3Dnotifications&section=3Dgroup_no=
tification&mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&bcode=3D1.1358916238.Abms=
Ag8hdCjCu3RA&n_m=3Dfb%40vin-fm.com


--b1_3051770c9855fca77a9f4de06edb9790
Content-Type: text/html; charset="UTF-8"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional //EN">
<html><head><meta http-equiv=3D"Content-Type" content=3D"text/html; =
charset=3Dutf-8"><style type=3D"text/css">a.thumb:link, a.thumb:visited =
{border:1px #CCCCCC solid !important;}a.thumb:active, a.thumb:hover =
{border:1px #3B5998 solid =
!important;}</style><title>Facebook</title></head><body =
style=3D"margin:0;padding:0;" dir=3D"ltr"><table width=3D"98%" =
border=3D"0" cellspacing=3D"0" cellpadding=3D"8"><tr><td =
bgcolor=3D"#FFFFFF" width=3D"100%" style=3D"font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><table cellpadding=3D"0" =
cellspacing=3D"0" border=3D"0" width=3D"500"><tr><td colspan=3D"2" =
style=3D"padding:10px 0 0 =
10px;color:#000000;font-size:13px;font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;" valign=3D"top"><table =
width=3D"100%" style=3D"color:#000000;font-size:13px;"><tr><td =
width=3D"100%" valign=3D"top" align=3D"left" style=3D"font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;color:#000000;font-size:13px;"><di=
v style=3D"width:100%;color:#666666;padding:0 0 7px =
0;border-bottom:#E9E9E9 1px solid;"><a href=3D"http://www.facebook.com/n/?=
groups%2F165732450113598%2Fpermalink%2F518150554871784%2F&amp;mid=3D76967b=
bG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&amp;bcode=3D1.1358916238.AbmsAg8hdCjCu3RA&amp;n_=
m=3Dfb%40vin-fm.com" =
style=3D"color:#3b5998;text-decoration:underline;">Mun Rif mengirimkan =
sesuatu di FORUM DISKUSI RADIO (FDR) INDONESIA</a></div><div =
style=3D"margin-bottom:15px;"><table cellpadding=3D"0" cellspacing=3D"0" =
style=3D"width:100%;padding-top:7px;"><tr><td valign=3D"top" =
style=3D"padding:3px 5px 5px 0px;width:57px;"><a href=3D"http://www.facebo=
ok.com/n/?profile.php&amp;id=3D100000012537972&amp;mid=3D76967bbG5af3ba40b=
8feG2f24ccfG96&amp;bcode=3D1.1358916238.AbmsAg8hdCjCu3RA&amp;n_m=3Dfb%40vi=
n-fm.com" style=3D"color:#3b5998;text-decoration:none;"><img =
src=3D"https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc6/195314_100000=
012537972_585188615_q.jpg" alt=3D"MENGAMATI REALITA RADIO Pengamat =
media..." style=3D"border: 0; height:50px; width:50px; " /></a></td><td =
valign=3D"top" align=3D"left" style=3D"padding:5px 5px 5px =
0;font-family:&#039;lucida =
grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><table cellpadding=3D"0" =
cellspacing=3D"0" style=3D"width:100%;padding-bottom:5px;"><tr><td =
style=3D"font-family:&#039;lucida grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-s=
erif;color:#000000;font-size:13px;"><a =
style=3D"color:#3b5998;text-decoration:none;font-weight:bold;" =
href=3D"http://www.facebook.com/n/?profile.php&amp;id=3D100000012537972&am=
p;mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&amp;bcode=3D1.1358916238.AbmsAg8hd=
CjCu3RA&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com">Mun Rif</a></td><td =
style=3D"text-align:right;color:#999999;padding-right:5px;font-family:&#03=
9;lucida grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:11px;"> 23 =
Januari 11:43 </td></tr></table><div style=3D"width:458px;word-wrap:break-=
word;padding-bottom:7px;color:#000000;font-size:13px;">MENGAMATI REALITA =
RADIO<br /> Pengamat media mengatakan paling tidak di sekitar tahun =
=E2=80=9990-an, yang berada di fikiran orang radio itu seharusnya =
mempersiapkan diri secara optimal di saat televisi swasta di ijinkan =
bersiaran secara =E2=80=9C nasional =E2=80=9C, karena para pengiklan dan =
advertising agencys cepat atau lambat akan lebuh banyak mengalihkan =
program iklan nasionalnya ke siaran televisi. Semakin bertambah parah, =
manakala para pemilik radio sudah =E2=80=98merasa=E2=80=99 kalah lebih =
dulu. Dan kenyataan itu semakin di perkuat lagi oleh beberapa kajian =
survey media, yang menyebutkan semakin =E2=80=98euforia=E2=80=99-nya sikap =
publik dan para pengiklan atas kehadiran media televisi ini. Dan sikap dan =
kondisi yang seperti itu wajar-wajar saja. <br /> <br /> Perlu di ingatkan =
di sini, bahwa kondisi dan keadaan seperti itu telah berlangsung lebih =
dari satu dasawarsa, dampaknya menjadi semakin menyulitkan hidup radio, =
terutama bagi banyak radio yang tidak mampu bersaing karena lemahnya =
manajerial, finansial dan kreativitas. Di kondisi rentang tahun =
=E2=80=9990-an sampai dengan tahun 200-an itu telah terjadi juga =
kesalahan, yaitu bengitu banyak kalangan radio yang sama-sekali tidak =
memperhatikan bahwa ada survey pendengar media dan hasilnya menyebutkan, =
sebenarnya jumlah pendengar radio secara nasional itu sepanjang tahun =
2000-an meningkat sampai 97%-nya. Meski jumlah pemirsa televisi =
kenaikannya masih berada di kisaran 92% tentu belanja iklan untuk televisi =
tersebut masih tetap lebih besar. <br /> <br /> Pernah ada yang =
menyebutkan dan merilis data secara terbatas, bahwa sekitar tahun 2005-an =
belanja iklan secara nasional Televisi 60%, Koran 20%, majalah 15% dan =
Radio masih di 5% kemudian menjadi semakin mengecil sampai jumlahnya =
kurang dari 1% sekarang-sekarang ini di banding tahun-tahun sebelumnya =
itu. Sayangnya saat masih di 5%, radio pada umumnya tidak mampu =
memanfaatkannya secara proporsional. Mungkin karena masih trauma atas =
peristiwa awal tahun =E2=80=9890-an itu.<br /> Pada pertengahan tahun =
2008-an sebuah survey publik atas konsumsi media, sebenarnya memunculkan =
data bahwa radio dimata publik masih menempati posisi kedua setelah =
televisi, karena. <br /> 1. Publik masih mendengarkan radio berkisar di =
37%, menonton televisi diatas 50% dan sisanya media cetak dan media luar =
ruang. Artinya, radio masih lebih diminati masyarakat di bandingkan dengan =
media cetak dan media luar ruang.<br /> <br /> 2. Pesan melalui radio =
masih bertahan di ingat kurang-lebih 7 hari. Sedangkan televisi 10 hari. =
Sedangkan media cetak dan media luar ruang antara 2 sampai 3 hari saja.<br =
/> <br /> 3. Loyalitas publik terhadap radio masih cukup tinggi yaitu 67%. =
Televisi 20% Media cetak dan luar ruang 13% .<br /> <br /> Anehnya hasil =
survey diatas, ternyata kurang di perhatikan dengan baik oleh kalangan =
radio, para pengiklan maupun para produsen terkenal.<br /> <br /> =
EFISIEN<br /> Potensi radio itu bisa di ketahui efektif dan efisien =
tidaknya untuk di gunakan sebagai media informasi dan promosi serta =
seberapa besar pendanaan yang di butuhkannya, seharusnya datang langsung =
dari masing-masing radio tersebut secara lengkap dan absah, masalahnya si =
radio tadi telah memilikinya tidak, atau sudah tahukah bahwa data itu =
harus terus dilakukan pembaharuan setiap tahunnya. Kalau kenyataannya =
=E2=80=9Cbengong=E2=80=9D, sampai pada satu titik tertentu bisa jadi radio =
itu tidak di anggap media informasi dan promosi yang murah dan efektif =
lagi. Radio seharusnya jangan lalai dan tidak tanggap terhadap =
perkembangan yang ada yang berlangsung cepat sekarang ini, karena kalau =
tidak gesit dan cepat melakukan perubahan, perbaikan dan pengembanga, =
bukan mustahil radio sama sekali akan di tinggalkan. Supaya tidak terjadi, =
maka radio harus terus-menerus melakukan evaluasi dan mempertahakan =
posisinya sebagai media yang paling efisien, yang diantaranya adalah =
selalu meningkatkan kualitas acara untuk meningkatkan jumlah pendengar dan =
merasionalisasikan harga air timenya sehingga nilai CPM-Cost Per Milesnya =
bisa jatuh =E2=80=9Crelative=E2=80=9D lebih murah dibandingkan dengan =
media lain. Radio juga sebaiknya harus selalu berhitung dan terus =
meningkatkan jumlah pendengarnya dengan cara meningkatkan =E2=80=98peran =
dan fungsi sosialnya=E2=80=99 di wilayah dan di jangkauan siarnya.<br /> =
<br /> PILIHAN<br /> Sekali lagi, persoalannya adalah mampukah radio =
melakukan survey untuk membangun potensinya secara bersinambung, dengan =
lebih dulu menyadari bahwa apapun jenis media itu akan memiliki peran dan =
keunggulan serta keunikannya masing-masing. Perlu juga di fahami, bahwa =
sampai sejauh ini para pengiklan dan perusahaan periklanan masih belum =
berubah tentang penggunaan Media Mix promosi itu di butuhkan. Bagi mereka =
yang masih berasumsi, bahwa promosi antara satu media dengan media lainnya =
bisa saling mengalahkan, harap mengkaji ulang. Dalam era global, dimana =
dunia tanpa batas geographik, justru media saling melengkapi atas =
keunggulan, keunikan dan kelemahannya masing-masing. Selamat berkiprah, =
salam Radio euy....!.</div></td></tr></table></div></td></tr></table><span =
style=3D""><img src=3D"https://www.facebook.com/email_open_log_pic.php?c=
=3D1456035677&amp;mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96" =
style=3D"border:0;width:1px;height:1px;" /></span><br /></td></tr><tr><td =
colspan=3D"2" style=3D"color:#666666;padding:10px 5px 15px =
10px;border-top:#E9E9E9 1px solid;line-height: 18px;font-size: =
12px;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><a =
href=3D"http://www.facebook.com/n/?groups%2F165732450113598%2Fpermalink%2F=
518150554871784%2F&amp;mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&amp;bcode=3D1=
.1358916238.AbmsAg8hdCjCu3RA&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com" style=3D"color: =
#3b5998; text-decoration: none;">Lihat Kiriman Ini di Facebook</a> =C2=B7 =
<a href=3D"http://www.facebook.com/n/?settings&amp;tab=3Dnotifications&amp=
;section=3Dgroup_notification&amp;mid=3D76967bbG5af3ba40b8feG2f24ccfG96&am=
p;bcode=3D1.1358916238.AbmsAg8hdCjCu3RA&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com" =
style=3D"color: #3b5998; text-decoration: none;">Sunting Pengaturan =
Email</a> =C2=B7 Balas email ini untuk menambahkan komentar.<br =
/></td></tr></table></td></tr></table></body></html>



--b1_3051770c9855fca77a9f4de06edb9790--

